Kamis, 01 Mei 2008

Pemerintah Anaktirikan Guru Madrasah

Oleh : Sigit Zulmunir

11-Apr-2008, 19:21:20 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - GARUT - Persatuan Guru Madrasah (PGM) menilai pemerintah telah menganaktirikan para guru di lingkungan Departem Agama. Pasalnya kesejahteraan para guru di lingkungan dinas pendidikan lebih diprioritaskan dibanding guru madrasah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD PGM) Ade Poniman, paradigma pemerintah hingga saat ini masih menganggap guru yang ada di lingkungan Depag dari mulai RA hingga MA, hanya sebagai guru yang mengajar mata pelajaran agama saja. Oleh karenanya menimbulkan polemik garis pemisah antara guru Depag dan Disdik.

"Padahal kami juga sama mengajar mata pelajaran lain seperti guru pada umumnya." tukasnya.

Para Guru Depag juga lanjut Ade, memiliki kewajiban yang sama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. selain itu guru pun berhak mendapatkan kesejahteraan yang layak dari pemerintah sesuai dengan undang-undang pendidikan No 20/2003 dan UU 14/2005.

"Kenyataan dilapangan hal itu sulit untuk diwujudkan, baik dalam meningkatkan SDM maupun sarana dan prasarana pendidikan. Seperti halnya dalam penempatan guru bantu, Depag hanya mendapat kuota satu orang per kecamatan. Sedangkan dari dinas pendidikan keberadaan guru bantu hampir ada di setiap sekolah." keluh Ade di sela-sela seminar peningkatan kualitas guru madrasah di salah satu hotel cipanas, garut.

Selain itu, para guru di Kab Garut madrasah yang berjumlah sekitar tujuh ribu orang kerap tidak mendapatkan kesejahteraan yang dianggarkan dari APBD Kabupate.

"Setiap bulan para guru dinas pendidikan selalu mendapatkan insentif dari pihak pemkab. Bahkan para guru honorernya satu minggu ytang lalu mendapatkan kucuran dana yang masing-masing menerima Rp80 ribu/orang." tandasnya.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

Tidak ada komentar: